Kenapa saya dipaksa mencintai kalo akhirnya tersakiti. Kenapa saya dipaksa merindu kalo dia sudah tidak. Kenapa saya dipaksa bertahan kalo sangat menyakitkan. Kenapa..?
Masih banyak yang mesti saya lakukan. Tapi kenapa Prosesnya sakit? Masih banyak yang harus saya cintai . Tapi kenapa selalu terbagi?
Kalau memang bahagai tidak harus tersenyum. Kenapa dia menangis? Kalau memang tidak cinta. Kenapa menebar cinta?
Jujur saja sekali hati ini bohong. Tapi kenapa ku percaya. Sering kali muka ini murka. Untuk menutupi kesedihan.
Siapa yang bisa jawab semua ini? Bisakah Tuhan menjawab. Apa ini proses dari kegalauan. Tanya Hatiku.....
Komentar
Posting Komentar