Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

" TAK BERDAYA "

" TAK BERDAYA " by: briant krisna kumara Malam semakin larut. Hati ini semakin kusut. Perasaan semakin takut. Bimbang ini semakin akut. Dalam gelap aku merintih. Entah apa yang membuat tertatih? Ingin rasanya ku merobek hati. Jika bisa membuat kegelisahan berhenti. Kantung berada di mata. Emosi dan logika tak senada. Hingga membuat bibir tak berdaya. Dalam gelap aku berdoa. Kenapa tak kau robek saja. Hingga benar - benar tak berdaya. Kau hanya datang membuat gunda. Hingga saatnya aku melihatmu di sana.

" TANYA HATI "

" TANYA HATI " by: briant krisna kumara Kenapa saya dipaksa mencintai kalo akhirnya tersakiti. Kenapa saya dipaksa merindu kalo dia sudah tidak. Kenapa saya dipaksa bertahan kalo sangat menyakitkan. Kenapa..? Masih banyak yang mesti saya lakukan. Tapi kenapa Prosesnya sakit? Masih banyak yang harus saya cintai . Tapi kenapa selalu terbagi? Kalau memang bahagai tidak harus tersenyum. Kenapa dia menangis? Kalau memang tidak cinta. Kenapa menebar cinta? Jujur saja sekali hati ini bohong. Tapi kenapa ku percaya. Sering kali muka ini murka. Untuk menutupi kesedihan. Siapa yang bisa jawab semua ini? Bisakah Tuhan menjawab. Apa ini proses dari kegalauan. Tanya Hatiku.....

" RINDU "

" RINDU " by: briant krisna kumara Entah apa yang ku rasakan. Bergejolak sangat hati ini. Sungguh ingin ku katakan. Bahwa aku rindu ..... Entah rindu yang seperti apa? Semoga hanya sementara. Jika hanya sementara aku tak ingin. Karena aku sangat suka proses itu. Jikalau sudah tak lagi denganya. Ingat bahwa aku rindu. Bukan aku menginginkan. Hanya tak terlalu berharap. Karena kita pernah punya harapan. Tapi mungkin bukan aku. Semoga kita di pertemukan. Di tempat dan waktu yg semestinya.

" BERTANYA "

" BERTANYA " by: briant krisna kumara Mungkin aku kalah dengan "fajar". Tapi aku akan berusaha sebelum "senja". Mungkin "fajar" memiliki rencana. Dan aku sama sekali tidak ..... Tapi yang pasti. Aku pernah lebih mewarnai harimu. Mungkin bagimu ini bualan. Tapi yang pasti aku pernah ada di posisi itu. Ku bangga denganmu. Yang bisa menahan semua. Dan masih meneteskan air mata. Aku siapa? beratikah? Pertanyaan selalu muncul. Entah apa  jawabanya? Mungkin hanya malam dan dingin. Yang selalu beropini.